Sabtu, 27 Mei 2017

Maria van Engels.....Menantu Habib Kwitang



 Noordwijk (jln Juanda) dan Rijswijk (jln Veteran), diapit Ciliwung, merupakan kawasan elit Eropa. Di sini terdapat istana, toko-toko penjual produk dan busana Eropa.Ada sejumlah hotel, teater, klab malam, dan tempat hiburan lainnya. Semua dengan ciri-ciri Eropa modern. Lebih-lebih saat Raffles (1811-1816), letnan jenderal Inggris, menjadikannya kawasan warga Eropa. Berdekatan dengan Noordwijk terletak jln Pecenongan, Jakarta Pusat, yang juga banyak dihuni warga Eropa. Diantaranya, keluarga Engels, warga Belanda.

 Van Engels beristri gadis Wonosobo, Jawa Tengah, saat dia bekerja di onderneming (perkebunan) teh di kaki Gunung Dieng. Mungkin untuk mencari peruntungan yang lebih baik, keluarga van Engels penganut Katolik kemudian hijrah ke Batavia. Ia pun dapat tugas turut membangun jalan kereta api dari Batavia ke Jawa Timur. Dia punya dua orang gadis, Maria dan Lies van Engels. Sebagai gadis Indo Belanda, Maria berkulit putih, cantik dan tinggi semampai. Dia bekerja di toko penjahit di Noordwijk.

 Di dekat Pecenongan, terletak Gang Abu, yang banyak dihuni keturunan Arab, saat Belanda membolehkan mereka tinggal di luar Kampung Arab, Pekojan, Jakarta Kota. Seorang habib, Abdurahman Alhabsyi, putra sulung Habib Ali pendiri majelis taklim Kwitang, Jakarta Pusat, sering mendatangi kawan-kawannya di Gang Abu, melewati tempat Maria van Engels bekerja. Habib Ali, ayah Habib Abdurahman lahir 1867, meninggal 1968 dalam usia 102 tahun.

 Diperkirakan, saat pertemuan antara pemuda keturunan Arab dengan gadis Indo itu terjadi sekitar akhir 1880-an. Hampir tiap hari Habib Abdurahman menyambangi tempat Maria bekerja. Mula-mula memang dicuekin. Tapi berkat kegigihan sang habib, akhirnya kedua remaja berlainan agama itu saling terpikat. Maria pun terlebih dulu menyatakan setuju menjadi Muslimah dan mengganti nama jadi Mariam. Bahkan, ibunya yang biasa disebut ‘Encang’, ikut bersama anak gadisnya. Konon, menjelang pernikahan mereka di kediaman Habib Ali Kwitang (kini jadi majelis taklim), tersiar isu serombongan tentara Belanda siap mendatangi kampung Kwitang untuk menggagalkannya.

 Namun, rupanya jamaah Kwitang tak kalah gesit. Sejumlah jagoan dan jawaranya, seperti Haji Sairin, Haji Saleh, dan banyak lagi, bersiap menyambut kedatangan mereka. Mereka nongkrong di Warung Andil, perempatan Jalan Kramat II (dulu gang Adjudant) dan Kembang I. Bersenjatakan golok sambil berkorodong kain sarung, mereka siap menyambut kedatangan soldadoe Belanda yang akhirnya urung datang.

 Setelah pernikahan secara Islam, Mariam jadi menantu kesayangan Habib Ali dan tinggal di samping rumah mertuanya. Ia cepat dapat bergaul dan berpartisipasi dengan masyarakat sekitar. Orang-orang kampung Kwitang menyebutnya ‘Wan Enon’ atau ‘Ibu Enon’. Sedang cucu-cucunya memanggil ‘Jidah Non’. Jidah adalah sebutan nenek dalam bahasa Arab.

 Setelah berkeluarga, Jidah Non oleh suaminya diminta kesediannya untuk tidak keluar rumah selama dua tahun. Dengan maksud melatih dan mendidik sang mualaf ajaran Islam. Sejak saat itu dia tidak pernah melepaskan busana Muslim. Memakai kain dan kebaya, serta berkerudung, dan hampir tidak pernah melepaskan tasbih. Sampai akhir hayatnya dia pun berusaha untuk tidak menemui orang yang bukan muhrim. Sedang ibunya yang juga tinggal bersama menantunya, menjadi seorang ibu saleha. Bahkan ia diberangkatkan ke tanah suci.

 Setelah Habib Abdurahman wafat 1940, Jidah Non tetap menjalankan kehidupannya dengan penuh takwa. Untuk membantu keluarga – yang sebagian sudah menikah – dia berdagang jamu. Mulai jamu beranak sampai jamu nafsu makan. Dia memiliki keahlian dalam pengobatan herbal dan memiliki sebuah buku tentang pengobatan dan obat-obatan tradisional dalam bahasan Belanda. Dia juga berjiwa sosial. Sering memberikan pertolongan bila yang sakit orang tidak berpunya, dan memberikan jamu secara gratis. Sayangnya setelah almarhum wafat awal 1961, buku yang sangat berharga itu raib begitu saja.


 Sekalipun berbeda agama, tapi hubungan dengan adiknya Lies van Engels, tetap mesra. Kalau mereka bertemu saling mencium pipi. Kala itu, Tante Lies, demikian kami memanggilnya, sudah tinggal di Eijkmanlaan (kini jln Kimia), bersebelahan dengan RSUP Ciptomangunkusumo. Kala itu RSUP bernama CBZ (Central Bergelijk Ziekenin Rachting), berdiri 1919. Pada 1957, hubungan Indonesia – Belanda putus akibat soal Irian Barat (Papua). Sementara Bung Karno menasionalisasi perusahaan-perusahaan milik Belanda, sambil menyerukan pada pekerjanya untuk mengambil alih.

 Tante Lies pun pulang ke Nederland bersama puterinya dan tinggal di Wesp, dekat Amsterdam. Salah seorang cucunya kawin dengan pemain sepakbola Belanda, Ajax Amsterdam. Selang beberapa tahun, satu dari keponakannya beserta suami dan keluarganya, berimigran ke Houston,AS.

 Ketika salah salah satu misan saya pada 1990 berkunjung ke AS, keluarga mereka menanyakan putera dan puteri Jidah Non. Tapi sudah tidak bisa lagi berbahasa Indonesia. Dia menyatakan seorang puterinya kawin dengan pemuda Mesir dan masuk Islam.

 Pada suatu malam tahun 1961, Jidah Non yang sedang sakit menginginkan semua keluarga berada di dekatnya. Dan ketika meninggal dunia, kami kirimkan kawat pada adiknya di Holland. Jenazahnya dibaringkan di dekat kamar mertuanya, Habib Ali. Sejumlah ulama terkemuka Jakarta, seperti KH Abdullah Syafie, KH Tohir Rohili, KH Nur Ali, hadir diantara ribuan pelayat.


Sumber:
 Shahab, Alwi. Cerita Cerita Betawi : Penerbit Republika,Jakarta 2006.
KHUTBAH RASULULLAH SAW DALAM MENYAMBUT BULAN RAMADHAN (1438H)

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.



Kutipan Khutbah Rasulullah dibawah : 

“WAHAI manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.

Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba- Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

(Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”)

Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirothol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka.

Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.

Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.

(Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?”)

Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.”

Wahai manusia! Sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”

“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.” Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan Allah memberikan rezeki kepada mukmin di dalamnya.”

“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”

(Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa.) Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”

“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”

“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.“

“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”
“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah)*


source : https://www.hidayatullah.com

Selasa, 21 Maret 2017




  • 20 Orang Terkaya di Indonesia 2017 Versi Forbes



Majalah ekonomi terkemuka Forbes, kembali merilis daftar orang terkaya di dunia pada 2017.
Kali ini, merupakan rekor baru bagi orang-orang terkaya di dunia, karena jumlah miliarder melonjak 13 persen menjadi 2.042 orang dari tahun lalu yang hanya mencapai 1.810 orang.

Dilansir dari Forbes pada Selasa 21 Maret 2017, peringkat paling atas adalah pendiri Microsoft, yaitu Bill Gates dengan kekayaan mencapai US$86 miliar atau naik dari US$75 miliar tahun lalu. Dan, peringkat ke 10 dunia ada pendiri Bloomberg LP, yaitu Michael Bloomberg dengan kekayaan mencapai US$47,5 miliar.

Dari laporan tersebut, juga terdapat 195 orang kaya baru yang masuk daftar terkaya dunia. Daratan China, memiliki 76 orang kaya baru dan Amerika Serikat memiliki 25 orang kaya baru. Sedangkan dalam daftar tersebut, terdapat 15 orang kaya muda wanita masuk kriteria.
Lalu, peringkat berapakah orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2017? Berikut, siapa-siapa saja orangnya


1. R. Budi Hartono (posisi 1 di Indonesia, posisi 140 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD9 miliar. Budi memegang bisnis perbankan dan tembakau.

2. Michael Hartono (posisi 2 di Indonesia, posisi 145 di dunia) dengan kekayaan USD8,9 miliar. Michael memegang bisnis perbankan dan tembakau.

3. Sri Prakash Lohia (posisi 3 di Indonesia, posisi 288 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD5,4 miliar. Dia memegang bisnis polyester.

4. Chairul Tanjung (posisi 4 di Indonesia, posisi 359 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD4,6 miliar. Chairul merupakan salah satu bos media di Indonesia dengan bisnis yang beragam.

5. Dato' Sri Tahir (posisi 5 di Indonesia, posisi 717 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD2,8 miliar. Tahir merupakan pendiri Mayapada Group yang aktif menjadi filantropi.

6. Murdaya Poo (posisi 6 di Indonesia, posisi 973 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD2,1 miliar. Dia memegang beberapa bisnis di Indonesia.

7. Theodore Rachmat (posisi 7 di Indonesia, posisi 1.098 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD1,9 miliar. Kekayaannya berasal dari beberapa sektor bisnis yang dijalankannya.

8. Mochtar Riady (posisi 8 di Indonesia, posisi 1.098 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD1,9 miliar. Keluarga Riady saat ini merupakan pemilik Grup Lippo.

9. Prajogo Pangestu (posisi 9 di Indonesia, posisi 1.161 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD1,8 miliar. Dia adalah pengusaha petrochemicals.

10. Peter Sondakh (posisi 10 di Indonesia, posisi 1.234 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD1,7 miliar. Dia adalah pengusaha investasi dengan beragam saham pada berbagai sektor di Indonesia.

11. Ciputra (posisi 11 di Indonesia, posisi 1.290 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD1,6 miliar. Dia merupakan taipan di bidang properti.

12. Martua Sitorus (posisi 12 di Indonesia, posisi 1.376 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD1,5 miliar. Martua merupakan pengusaha di bidang minyak kelapa sawit.

13. Sukanto Tanoto (posisi 13 di Indonesia, posisi 1.376 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD1,5 miliar. Sukanto memegang beberapa bisnis di Indonesia.

14. Eddy Kusnadi Sariaatmadja (posisi 14 di Indonesia, posisi 1.468 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD1,4 miliar. Kekayaannya berasal dari sektor teknologi dan media yang berada di bawah naungan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk.

15. Djoko Susanto (posisi 15 di Indonesia, posisi 1.567 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD1,3 miliar. Dia memegang bisnis retail yang tersebar di seluruh Indonesia, Alfa Supermarket.

16. Soegiarto Adikoesoemo (posisi 16 di Indonesia, posisi 1.678 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD1,2 miliar. Dia memiliki bisnis di bidang chemical melalui perusahaannya AKR Corporindo.

17. Husain Djojonegoro (posisi 17 di Indonesia, posisi 1.678 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD1,2 miliar. Bersama keluarganya, Husain menjalankan bisnis consumer goods melalui ABC Group.

18. Harjo Sutanto (posisi 18 di Indonesia, posisi 1.678 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD1,2 miliar. Pemilik Wings Group ini mampu mempertahankan kekayaannya.

19. Hary Tanoesoedibjo (posisi 19 di Indonesia, posisi 1.795 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD1,1 miliar. Pemilik tiga stasiun televisi swasta di Indonesia tersebut merupakan "teman bisnis" Presiden AS Donald Trump di Indonesia.

20. Alexander Tedja (posisi 20 di Indonesia, posisi 1.940 di dunia) dengan kekayaan sebesar USD1 miliar. Dia merupakan pengusaha real estate di Indonesia, Pakuwon Jati.

sumber : https://www.forbes.com/billionaires/list/#version:static_search:indonesia

Minggu, 05 Maret 2017

Kenangan Taufik Ismail tentang Chrisye.





Ketika Tangan dan Kaki Berkata..........Lyrics
Lagu : Chrisye

Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba
Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya…. sempurna
Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu yang hina


  Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, ” Bang, saya punya sebuah lagu. Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, tapi saya tidak puas. Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?” Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa.  Saya tanyakan kapan mesti selesai. Dia bilang sebulan. Menilik kegiatan saya yang lain, deadline sebulan itu bolehlah. Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan diisi dengan suku kata. Chrisye menginginkan puisi relijius.

     
   Kemudian saya dengarkan lagu itu. Indah sekali. Saya suka betul. Sesudah seminggu, tidak ada ide. Dua minggu begitu juga. Minggu ketiga inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah. Di ujung minggu keempat tetap buntu. Saya heran. Padahal lagu itu cantik jelita. Tapi kalau ide memang macet, apa mau dikatakan.
Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan harinya dan saya mau bilang, ” Chris, maaf ya, macet. Sorry.”

  Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai ayat 65 yang berbunyi, A’udzubillahi minasy syaithonirrojim. “Alyauma nakhtimu ‘alaa afwahihim, watukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanu yaksibuun” saya berhenti.

 Maknanya, “Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi te ntang apa yang telah mereka lakukan.” Saya tergugah. Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!

Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu ke lirik-lirik lagu tersebut.

 Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa masuk pas ke dalamnya. Bismillah. Keragu-raguan teratasi dan alhamdulillah penulisan lirik itu selesai.

 Lagu itu saya beri judul Ketika Tangan dan Kaki Berkata. Keesokannya dengan lega saya berkata di telepon,” Chris, alhamdulillah selesai”. Chrisye sangat gembira. Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi lirik tersebut. Berikutnya hal tidak biasa terjadilah. Ketika berlatih di kamar menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis lagi, berkali-kali. Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye – Sebuah Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309)

 bertutur Chrisye: Lirik yang dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, yang menggetarkan sekujur tubuh saya. Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu. Liriknya benar-benar mencekam dan menggetarkan. Dibungkus melodi yang begitu menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu. Baru dua baris, air mata saya membanjir. Saya coba lagi. Menangis lagi. Yanti sampai syok! Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu.

 Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan
Kaki Berkata. Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. Sepanjang malam saya gelisah. Saya akhirnya menelepon Taufiq dan menceritakan kesulitan saya.

“Saya mendapatkan ilham lirik itu dari Surat Yasin ayat 65…” kata Taufiq. Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya. Karena sebagaimana bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca
isinya.

Walau sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan saat mencoba merekam di studio. Gagal, dan gagal lagi. Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan lemas. Gila! Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah saya merasakan hal seperti ini.
 Dilumpuhkan oleh lagu sendiri! Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu. Erwin Gutawa yang sudah senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa ditunda lagi. Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya.

 Dengan susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. Dan tidak ada take ulang! Tidak mungkin. Karena saya sudah menangis dan tak sanggup menyanyikannya lagi. Jadi jika sekarang Anda mendengarkan lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak terulang! Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, rasanya ingin berlari!
Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting dalam deretan lagu yang
pernah saya nyanyikan. Kekuatan spiritual di dalamnya benar-benar 
meluluhkan perasaan. Itulah pengalaman batin saya yang paling dalam
selama menyanyi.


 Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya. Bukan main.
 Saya tidak menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan Hari Akhir di hari kiamat kelak. Mengenai menangis menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin Parlina dengan lagu Rindu Rasul.

  Di dalam konser atau pertunjukan, Iin biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya. 
Demikian sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.

Telah hampir sepuluh tahun yang lalu.........................

  Pada subuh hari Jum’at, 30 Maret 2007, pukul 04.08, penyanyi legendaris
Chrisye wafat dalam usia 58 tahun, setelah tiga tahun lebih keluar masuk rumah sakit, termasuk berobat di Singapura. Diagnosis yang mengejutkan adalah kanker paru-paru stadium empat.
  Dia meninggalkan isteri, Yanti, dan empat anak, Risty, Nissa, Pasha dan Masha, 9 album proyek, 4 album soundtrack, 20 album solo dan 2 film. Semoga penyanyi yang lembut hati dan pengunjung masjid setia ini, tangan dan kakinya kelak akan bersaksi tentang amal salehnya serta menuntunnya memasuki Gerbang Hari Akhir 
yang semoga terbuka lebar baginya. Aminn.

 surah Yasin ayat 65








  

Jumat, 30 September 2016

AGUS YUDHOYONO BERSINAR TANPA BINTANG

Pilkada DKI memang magnet sendiri. Semua media dan social media ramai membicarakannya. Tiga kandidat sudah resmi mendaftar ke KPUD. Ada petahana Ahok - Djarot, kemudian ada penantang Anies – Sandi Uno dan Agus Yudhoyono – Sylviana Murni.
Dari 3 kandidat, nama Agus Yudhoyono paling menarik pemberitaan media dan socmed. Dari analisa pemberitaan yang dilansir Metro TV sehari setelah ketiga nama mendaftar ke KPUD, berita tentang Agus Yudhoyono mendominasi dengan 57%, Ahok-Djarot 26% dan terakhir Anies _ Uno 17% dari 3650 pemberitaaan.

Kemunculan nama Agus di persaingan pilkada DKI memang di luar dugaan. Namanya nyaris tak pernah disebut sebagai kandidat di luar nama-nama populer seperti Prof. Yusril Ihza Mahendra, Sandi Uno, Lulung, Rizal Raml, Ri, Ridwan Kamil dan nama lain. Namun, di luar dugaan banyak orang, koalisi 4 partai yang disebut Poros Cikeas ini memunculkan nama Mayor Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), putra pertama SBY, berpasangan dengan Deputy Gubernur DKI Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, Profesor Sylviana Murni.

Nama AHY tiba-tiba ramai diberitakan. Media dan publik tidak menyangka perwira muda TNI yang cemerlang itu akan dimunculkan oleh Poros Cikeas menjadi penantang petahana, Ahok-Djarot. Sesuai UU Pilkada, calon kepala daerah yang berasal dari anggota TNI/Polri/PNS atau anggota legislatif, harus mengundurkan diri. Dengan kata lain, kalau AHY mau maju di pilkada DKI otomatis harus mengundurkan diri dari TNI. Padahal karir militernya sedang bagus. Agus saat itu menjabat Koamndan Batalyon Infanteri Mekanik Kodam Jaya di Tangerang.
Banyak yang menyayangkan hal itu. Banyak yang berkomentar, SBY tega mematikan karir militer putranya demi ambisi menjadi Gubernur DKI. Banyak juga yang menyayangkan, Agus masih terlalu muda dan belum punya pengalaman untuk maju di pilkada DKI. Pertanyaan yang wajar dari publik.
Tapi apa iya SBY tega mematikan karir miter anaknya? Oya, sebelum lanjut, kita lihat dulu track record pendidikan AHY dan karirnya di TNI. AHY lulusan SMP 5 Bandung, SMA Taruna Nusantara, Akmil, meraih gelar MSc Strategic Studies dari Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University. Webster University, Harvard Univesrsity, Sekolah Komando di Fort Benning dan Fort Leavenwoth, Amerika.

Saat di SMA Taruna Nusantar AHY jadi lulusan terbaik. Begitu juga di Akmil jadi peraih Adhi Makayasa sebagai lulusan terbaik. Bahkan di Fort Benning AHY juga menjadi lulusan terbaik di angkatannya. “Jadi begini, terus terang saja. Mayor Agus ini sejak SMA di taruna sudah nomor satu. Nilainya sampai sekarang belum ada yang menyaingi. Ketika lulus di akademi militer, juga memperoleh Adhi Makayasa yang belum tersaingi adalah tiga-tiganya didapat, yaitu mental fisik dan intelektual," terang Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo kepada media menanggapi pengunduran diri AHY.

Kembali ke laptop. Apakah benar SBY mematikan karir militer anaknya? Secara karir kepangkatan bisa jadi SBY mematikan karir militer anaknya. Kakek Agus seorang Jenderal TNI, ayah Agus, pak SBY juga seorang Jenderal TNI. Sementara Agus berhenti di pangkat perwira menengah, Mayor. Pangkat yang masih sangat jauh dari puncak karir seorang militer menjadi Jenderal. Dan kemudian langsung diterjunkan menjadi calon gubernur DKI Jakarta.

Publik kaget. Perwira muda cerdas dan karirnya bagus, tiba-tiba dicalonkan menjadi kepala daerah. Karir militernya berhenti. Mungkin Agus sendiri pasti bermimpi mendapatkan bintang di pundaknya. Makanya dalam pidato politik pertamanya usai mendaftar ke KPUD DKI, Agus sedikit menahan tangis. Mungkin sedih harus meninggalkan karir militernya yangs udah berjalan 16 tahun dan mungkin sedih impiannya menjadi jenderal sirna.

Tapi apakah SBY mengambil keputusan itu tanpa perhitungan? Sepenjang pengamatan saya, SBY termasuk orang yang sangat hati-hati dalam mengambil keputusan. Setiap keputusannya biasanya selalu berdasarkan data dan anlisa yang cermat dan matang. Apalagi ini menyangkut masa depan putranya sendiri. Bisa dipastikan SBY tidak asal ambil keputusan.

Di era supremasi sipil setelah reformasi, terjadi perubahan drastis dalam jalur pemasok pemimpin baik di pusat maupun di daerah. Kalau di era Orba, pemimpin daerah umumnya berasal dari ABRI (TNI sekarang) dan birokrat PNS sipil, di era setelah reformasi sumber pemimpin daerah lewat pemilihan langsung berasal dari beragam profesi. Mulai dari pedagang mebel, arsitek, PNS, politisi partai, pengusaha, dokter, dosen, notaris sampai artis dan profesi lainnya. Ada sedikit dari TNI yang biasanya sudah pensiun atau mendekati pensiun.

Sebetulnya Agus bukan orang pertama yang pensiun muda dari dinas aktif militer untuk terjun di pilkada. Ada Bupati Batang, Yoyok Riyo yang pensiun di usia 40 tahun saat berpangkat Mayor juga. Ini yang banyak tidak dipahami oleh publik, di era pemilihan langsung, siapa saja bisa maju ikut pilkada asal punya kapasitas, popularitas dan tentu saja modal. Karena harus diakui sistem demokrasi dalam pemilihan langsung ala Indonesia umumnya memerlukan modal yang cukup besar tergantung kondisi daerah masing-masing.

Dan menariknya, orang-orang dari generasi saya atau generasi di atas saya, sebagian masih berpikir dalam pola Orba. Di kepala mereka posisi gubernur itu kalau untuk tentara harus sudah jenderal. Padahal keadaan sudah berubah banyak. Hampir tak ada jenderal yang bisa jadi gubernur di era sekarang. Karena mereka kalau ikut biasanya kalah berkompetisi dengan anak-anak muda generasi di bawahnya. Lihat saja di Lampung, pengusaha Ridho Ficardo menjadi gubernur di usia 34. Artis Zumi Zola di Jambi jadi gubernur di usia 33. Tuan Guru Bajang Zainul Majdi jadi gubernur di NTB di usia 36. Jadi kalau tentara menunggu berpangkat jenderal ikut kompetisi pemilihan gubernur, dipastikan usianya sudah di atas 50 an. Sudah tidak menarik buat pemilih muda.

Di beberapa pemilihan bupati malah Bupati Bangkalan Makmun Ibnu Fuad terpilih di usia 23 tahun. Lepas dari faktor orang tuanya yang bupati sebelumnya, ada fenemona orang muda maju pemilihan kepala daerah dan menang. Suami artis Arumi Bachsin, Emil Dardak terpilih jadi Bupati Tranggelek di usia 32 tahun. Menurut walikota Bandung Ridwan Kamil yang juga tergolong masih muda, di era sekarang faktor usia dan pengalaman tidak relevan diperdebatkan dalam pemilihan kepala daerah. Karena sistem birokrasi pemerintah bisa dipelajari dalam waktu singkat. Apalagi untuk perwira TNI, mereka juga sudah akrab dengan birokrasi pemerintah ala TNI.

Dan harus diakui, TNI salah satu organisasi yang dalam penempatan jabatan atau kenaikan pangkatnya berbasis pendidikan formil yang harus dilalui di setiap tingkatannya. Jadi, SDM TNI dan Polri secara pendidikan termasuk yang harus melalui banyak tingkat pendidikan. Tidak bisa sesorang menempati jabatan tertentu kalau belum lulus tingkat pendidikan yang disyaratkan. Mereka terdidik dengan baik. Ini tak perlu diragukan.

Kembali ke kasus Agus Yudhoyono dengan melihat sederet pendidikan yang dilalui dengan predikat cemerlang plus penugasan yang hebat baik di dalam dan luar negeri, rasanya perdebatan pantas atau tidak pantas terjun di pilkada DKI sudah tidak relevan. Secara usia, banyak kepala daerah yang jauh lebih muda dari Agus sudah jadi kepala daerah, malah sama sekali sebelumnya tak bersentuhan dengan pengalaman jadi birokrat. Dan sebagian dari mereka berhasil. Jadi ucapan peneliti LIPI Ikrar Nusa Bakti yang mengatakan “Tentara ingusan mau jadi gubernur DKI,” sangat tidak relevan dan tidak pantas. Peneliti LIPI bergelar profesor kurang iqra dan kurang piknik.

Mungkin ini yang dilihat oleh SBY dalam memutuskan menurunkan Agus ikut bertarung di pilkada DKI. Kalau harus menunggu jenderal, paling tidak harus menunggu sampai usia di atas 50 tahun. Agus akan ketinggalan jauh dengan kepala daerah muda sukses seperti Ridwan Kamil, Abdullah Azwar Anas, Risma, Zumi Zola, Ridho Ficardo, TGB Zainul Majdi dan lainnya, dalam berkompetisi untuk kelak meraih kepemimpinan tertinggi. Dan kalau mundur di 2024 misalnya, Agus paling baru berpangkat Kolonel. Komentar akan sama, “Sayang nga nunggu jenderal.” Atau komentar lain, “Masih terlalu muda dan belum matang.” Lha, kapan terjunnya ke politik kalau nunggu jenderal dan matang. Capedeh.

Jadi saya pikir langkah SBY ini tepat dan cerdas. Momentum ada. Kejutan ada. Faktanya, ternyata sambutan publik positif. Ini tercermin dari pantauan percakapan di media dan social media. Begitu juga polling yang diadakan oleh banyak pihak di twitter sejauh ini menempatkan Agus selalu di posisi di atas Anies dan Ahok. Keputusan SBY yang buat sebagian pihak dianggap keliru ternyata sudah dihitung dengan cermat. Seperti saya tulis di atas, SBY selalu membuat keputusan dengan perhitungan matang dan analisa yang berbasis survey dan data. Kadang itu yang mengesankan SBY sering dinilai lamban dalam mengambil keputusan saat menjadi presiden 10 tahun.

Dan memutuskan Agus pensiun muda dari dinas militer tidak terlalu salah. Kalau pun misalnya nanti kalah, Agus sudah punya pengalaman langsung dalam berkompetisi di pemilihan langsung. Modal bagus untuk terus berkarir di politik bahkan untuk kemudian berkompetisi dengan putra putri terbaik bangsa lainnya dalam berebut tampuk kepemimpinan nasional. Kalau menunggu sampai jenderal, Agus akan kalah jauh dalam pengalaman langsung dengan pesaing lainnya. Dan mungkin sudah dilupakan publik karena kehilangan momentum.

Generasi baru yang dilahirkan oleh orang-orang tua yang besar di era Orba sudah berubah. Anak-anak yang besar di era MTV dan kemudian datang lagi generasi google dan youtube, berpikirnya sudah jauh berbeda dengan generasi saya atau generasi di atas saya. Mereka suka dengan pemimpin muda yang tidak formil, berpikir cepat dan bisa membuat terobosan baru. Cara mereka memandang pemimpin juga sudah berubah. Kalau Agus menunggu sampai berpangkat jenderal dan sudah tua, generasi baru mungkin sudah punya pilihan calon pemimpin lain.

Dan kembali soal pensiun muda, di negara-negara demokrasi maju, tentara yang pensiun muda dan kemudian berkarir di bidang sipil bukan hal yang baru. Dengan bekal pendidikan militer mereka yang hebat dan disiplin, dengan sedikit tambahan pendidikan manajemen sipil, mereka di luar sana banyak yang penisun muda dan kemudian menjadi Manager dan CEO hebat di perusahaan swasta sipil. Memang di Indonesia hal ini belum lazim. Tapi Agus bisa menjadi pemicu perwira-perwira muda yag sudah menyelesaikan wajib miiternya untuk pensiun dini dan mencoba berkarir di bidang sipil. Ini akan baik untuk struktur militer kita menjadi piramid kepemimpinan jadi ramping ke atas.
Di Indonesia saat ini terlalu banyak jenderal. Banyak perwira menengah yang posisinya diada-adakan. Alangkah baiknya ke depan, makin ke atas struktur militer makin ramping. Sehingga beban negara untuk penggajian dan tunjangan bisa dialihkan untuk mereka yang aktif sehingga bisa mendapat gaji yang lebih baik. Ini kelak bisa jadi program terobosan Agus untuk TNI.

Keputusan yang menurut saya tepat dari SBY dan Agus ini tentu masih harus diuji. Kalau seandainya Agus kelak menang dalam pilkada DKI, tantangannya adalah membuktikan kalau dia pantas jadi pemimpin sipil. Mampu membawa perubahan dan perbaikan di birokrasi sipil yang dia pimpin. Mampu mewujudkan impiannya menjadikan "Jakarta Untuk Rakyat". Dia harus bisa membuktikan gelar-gelar terbaik dalam pendidikan militer maupun pendidikan di Universitas terkenal yang dia jalani selama ini bisa membawa perubahan.

Kalau melihat beberapa video penampilan Agus dalam presentasi di beberapa seminar baik yang berbahasa Indonesia atau berbahasa Inggris, saya pribadi optimis Agus bisa membawa perubahan yang signifikan. Agus walau tentara terlihat tidak terlalu kaku seperti kebanyakan tentara. Tidak terlalu kaku seperti SBY yang berasal dari tentara yang tumbuh di era Orba yang serba kaku dan puritan.

Saran saya untuk kawan-kawan saya yang ada di sekitar Agus, jadikan Agus sekarang anak muda sipil yang lebih rileks. Sikap militer yang kaku yang masih terlihat dari gerak dan bahasa tubuhnya, harus segera diubah. Pemimpin daerah yang terlalu formil sudah tidak terlalu disukai oleh generasi milenial yang besar di era internet seperti sekarang. Ridwan Kamil adalah contoh salah satu kepala daerah yang bisa menyesuikan diri dengan era baru. Serius tapi santai. Tapi juga tidak perlu terlalu santai seperti Jokowi. Tetap dengan stylenya sendiri dan lepas dari bayang-bayang style SBY.

Rasanya, walaupun tanpa bintang di pundak, sinar Agus sepertinya akan cukup terang ke depannya. Dan kalau Allah mengizinkan, kalau kelak dia terpilih jadi gubernur dan tidak tertutup kemungkinan menjadi Presiden Republik Indonesia, Agus harus bisa membuktikan bahwa dia tidak salah pensiun muda dari dinas militer. Seperti JFK dan Putin, yang juga pensiun muda dari militer dan kemudian dikenal jadi pemimpin hebat. Dan kalau kelak jadi presiden, berarti menjadi Pangti TNI tanpa harus meniti karir lebih lama di TNI. Semoga.

BSD akhir September 2016
By Cipta Panca Laksana

*Tulisan pribadi dari warga Banten yang tidak punya hak suara di Jakarta tapi mendukung Agus sebagai salah seorang calon pemimpin masa depan Indonesia



Rabu, 27 November 2013

Daftar Plat Nomor Polisi Kendaraan Pejabat Indonesia


Kendaraan Dinas pejabat Indonesia memiliki nomor polisi yang unik, sesuai dengan jabatan atau posisi masing-masing. Nomor Kendaraan Dinas Pejabat Tinggi Negara ini diatur pada Peraturan Kapolri Nomor 5 Tahun 2012.
Mau tau Daftar Plat Nomor Polisi Kendaraan Pejabat Indonesia? Ini dia:
Plat Nomor Polisi Presiden Republik Indonesia: RI 1
Plat Nomor Polisi Wakil Presiden Republik Indonesia: RI 2
Plat Nomor Polisi Istri Presiden Republik Indonesia: RI 3
Plat Nomor Polisi Istri Wakil Presiden Republik Indonesia: RI 4
Plat Nomor Polisi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat: RI 5
Plat Nomor Polisi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat: RI 6
Plat Nomor Polisi Ketua Dewan Perwakilan Daerah: RI 7
Plat Nomor Polisi Ketua Mahkamah Agung: RI 8
Plat Nomor Polisi Ketua Mahkamah Konstitusi: RI 9
Plat Nomor Polisi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan: RI 10
Plat Nomor Polisi Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan: RI 11
Plat Nomor Polisi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: RI 12
Plat Nomor Polisi Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat: RI 13
Plat Nomor Polisi Menteri Sekretaris Negara: RI 14
Plat Nomor Polisi Menteri Sekretaris Kabinet: RI 15
Plat Nomor Polisi Menteri Dalam Negeri: RI 16
Plat Nomor Polisi Menteri Luar Negeri: RI 17
Plat Nomor Polisi Menteri Pertahanan: RI 18
Plat Nomor Polisi Menteri Hukum dan Hak Azazi Manusia: RI 19
Plat Nomor Polisi Menteri Keuangan: RI 20
Plat Nomor Polisi Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia: RI 21
Plat Nomor Polisi Menteri Perindustrian: RI 22
Plat Nomor Polisi Menteri Perdagangan: RI 23
Plat Nomor Polisi Menteri Pertanian: RI 24
Plat Nomor Polisi Menteri Kehutanan: RI 25
Plat Nomor Polisi Menteri Perhubungan: RI 26
Plat Nomor Polisi Menteri Kelautan dan Perikanan: RI 27
Plat Nomor Polisi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: RI 28
Plat Nomor Polisi Menteri Pekerjaan Umum: RI 29
Plat Nomor Polisi Menteri Kesehatan: RI 30
Plat Nomor Polisi Menteri Pendidikan Nasional: RI 31
Plat Nomor Polisi Menteri Sosial: RI 32
Plat Nomor Polisi Menteri Agama: RI 33
Plat Nomor Polisi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata: RI 34
Plat Nomor Polisi Menteri Negara Riset dan Teknologi: RI 35
Plat Nomor Polisi Menteri Negara Koperasi dan UKM: RI 36
Plat Nomor Polisi Menteri Negara Lingkungan Hidup: RI 37
Plat Nomor Polisi Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: RI 38
Plat Nomor Polisi Menteri Negara PAN dan Reformasi Birokrasi: RI 39
Plat Nomor Polisi Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal: RI 40
Plat Nomor Polisi Menteri Negara PPN/Bappenas: RI 41
Plat Nomor Polisi Menteri Negara BUMN: RI 42
Plat Nomor Polisi Menteri Negara Komunikasi dan Informasi: RI 43
Plat Nomor Polisi Menteri Negara Perumahan Rakyat: RI 44
Plat Nomor Polisi Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga: RI 45
Plat Nomor Polisi Jaksa Agung: RI 46
Plat Nomor Polisi Sekretaris Kabinet: RI 47
Plat Nomor Polisi Kepala Badan Intelijen Negara: RI 48
Plat Nomor Polisi Wakil Ketua MPR RI: RI 49
Plat Nomor Polisi Wakil Ketua MPR RI: RI 50
Plat Nomor Polisi Wakil Ketua MPR RI: RI 51
Plat Nomor Polisi Wakil Ketua DPR RI: RI 52
Plat Nomor Polisi Wakil Ketua DPR RI: RI 53
Plat Nomor Polisi Wakil Ketua DPR RI: RI 54
Plat Nomor Polisi Wakil Ketua DPD RI: RI 55
Plat Nomor Polisi Wakil Ketua DPD RI: RI 56
Plat Nomor Polisi Wakil Ketua Mahkamah Agung: RI 57
Plat Nomor Polisi Wakil Ketua Mahkamah Agung: RI 58
Plat Nomor Polisi Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan: RI 59
Plat Nomor Polisi Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi: RI 60
Plat Nomor Polisi Ketua Komisi Yudisial: RI 61
Plat Nomor Polisi Wakil Ketua Komisi Yudisial: RI 62
Plat Nomor Polisi Gubernur Bank Indonesia: RI 63
Plat Nomor Polisi Gubernur Lemhannas: RI 64
Plat Nomor Polisi Ketua UKP4: RI 65
Plat Nomor Polisi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden: RI 66
Plat Nomor Polisi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden: RI 67
Plat Nomor Polisi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden: RI 68
Plat Nomor Polisi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden: RI 69
Plat Nomor Polisi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden: RI 70
Plat Nomor Polisi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden: RI 71
Plat Nomor Polisi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden: RI 72
Plat Nomor Polisi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden: RI 73
Plat Nomor Polisi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden: RI 74
Plat Nomor Polisi Kepala BNPB: RI 75
Plat Nomor Polisi Wakil Ketua MPR RI: RI 76
Plat Nomor Polisi Wakil Ketua DPR RI RI – 77
Plat Nomor Polisi Utusan Khusus Presiden: RI 78
Plat Nomor Polisi Ketua BKPM: RI 79
Plat Nomor Polisi Utusan Khusus Presiden: RI 80
Plat Nomor Polisi Utusan Khusus Presiden: RI 81
Plat Nomor Polisi Utusan Khusus Presiden: RI 99
Plat Nomor Polisi Panglima TNI: RI 84
Plat Nomor Polisi Kapolri: RI 85
Plat Nomor Polisi Sekretaris Kementerian Setneg: RI 90
Plat Nomor Polisi Sekretaris Militer Presiden: RI 91
Plat Nomor Polisi Sekretaris Presiden: RI 92
Plat Nomor Polisi Sekretaris Wakil Presiden: RI 93
Plat Nomor Polisi Kepala Protokol Negara: RI 94
Plat Nomor Polisi Wakil Menteri Kementerian Pertahanan: RI 100
Plat Nomor Polisi Wakil Menteri Luar Negeri: RI 101
Plat Nomor Polisi Wakil Menteri Keuangan: RI 102
Plat Nomor Polisi Wakil Menteri Perindustrian: RI 103
Plat Nomor Polisi Wakil Menteri Perdagangani: RI 104
Plat Nomor Polisi Wakil Menteri Pertanian: RI 105
Plat Nomor Polisi Wakil Menteri Perhubungan: RI 106
Plat Nomor Polisi Wakil Menteri Pekerjaan Umum: RI 107
Plat Nomor Polisi Wakil Menteri Pendidikan Nasional: RI 108
Plat Nomor Polisi BAPENAS: RI 109

Daftar Plat Nomor Kendaraan khusus

CD = Corps Diplomatique (Diplomat dari Perwakilan Luar Negeri (Kedutaan)
CC = Corps Consulaire, perwakilan luar negeri dari kantor konsulat jenderal.
KAA = Konferensi Asia-Afrika 2005. Khusus untuk kesempatan ini, mobil-mobil para peserta konferensi memiliki kode ini.
RI = untuk presiden dan pejabat pemerintahan pusat

-
Corps Diplomatic dan Corps Consular
Mobil milik Corps Diplomatic (Kedutaan Besar maupun Organisasi Internasional) memiliki kode khusus, yakni CD diikuti dengan angka. Untuk mendapatkan STNK dan BPKB, haruslah mendapatkan rekomendasi dari Departemen Luar Negeri.
Berikut adalah daftar nomor polisi untuk Corps Diplomatic di Indonesia:
CD 12 : Amerika Serikat
CD 13 : India
CD 14 : Britania Raya
CD 15 : Vatikan
CD 16 : Norwegia
CD 17 : Pakistan
CD 18 : Myanmar
CD 19 : China
CD 20 : Swedia
CD 21 : Arab Saudi
CD 22 : Thailand
CD 23 : Mesir
CD 24 : Perancis
CD 25 : Filipina
CD 26 : Australia
CD 27 : Irak
CD 28 : Belgia
CD 29 : Uni Emirat Arab
CD 30 : Italia
CD 31 : Swiss
CD 32 : Jerman
CD 33 : Sri Lanka
CD 34 : Denmark
CD 35 : Kanada
CD 36 : Brazil
CD 37 : Rusia
CD 38 : Afghanistan
CD 39 : Yugoslavia (Serbia ?)
CD 40 : Republik Ceko
CD 41 : Finlandia
CD 42 : Meksiko
CD 43 : Hongaria
CD 44 : Polandia
CD 45 : Iran
CD 47 : Malaysia
CD 48 : Turki
CD 49 : Jepang
CD 50 : Bulgaria
CD 51 : Kamboja
CD 52 : Argentina
CD 53 : Romania
CD 54 : Yunani
CD 55 : Yordania
CD 56 : Austria
CD 57 : Suriah
CD 58 : UNDP
CD 59 : Selandia Baru
CD 60 : Belanda
CD 61 : Yaman
CD 62 : UPU
CD 63 : Portugal
CD 64 : Aljazair
CD 65 : Korea Utara
CD 66 : Vietnam
CD 67 : Singapura
CD 68 : Spanyol
CD 69 : Bangladesh
CD 70 : Panama
CD 71 : UNICEF
CD 72 : UNESCO
CD 73 : FAO
CD 74 : WHO
CD 75 : Korea Selatan
CD 76 : ADB
CD 77 : Bank Dunia
CD 78 : IMF
CD 79 : ILO
CD 80 : Papua Nugini
CD 81 : Nigeria
CD 82 : Chili
CD 83 : UNHCR
CD 84 : WFP
CD 85 : Venezuela
CD 86 : ESCAP
CD 87 : Colombia
CD 88 : Brunei
CD 89 : UNIC
CD 90 : IFC
CD 91 : UNTAET
CD 97 : Palang Merah
CD 98 : Maroko
CD 99 : Uni Eropa
CD 100 : ASEAN (Sekretariat)
CD 101 : Tunisia
CD 102 : Kuwait
CD 103 : Laos
CD 104 : Palestina
CD 105 : Kuba
CD 106 : AIPO
CD 107 : Libya
CD 108 : Peru
CD 109 : Slowakia
CD 110 : Sudan
CD 111 : ASEAN (Yayasan)
CD 112 : (Utusan)
CD 113 : CIFOR
CD 114 : Bosnia-Herzegovina
CD 115 : Libanon
CD 116 : Afrika Selatan
CD 117 : Kroasia
CD 118 : Ukraina
CD 119 : Mali
CD 120 : Uzbekistan
CD 121 : Qatar
CD 122 : UNFPA
CD 123 : Mozambik
CD 124 : Kepulauan Marshall


sumber : kaskus
-

Senin, 14 Desember 2009

Bagaimana Mereka Membangun Kekayaan

Bagaimana Mereka Membangun Kekayaan.
Siapa saja sih orang-orang terkaya di negeri ini ?
Majalah Forbes kembali membuat daftar 40 orang terkaya di Indonesia 2009. Pemilik grup Djarum, Budi dan Michael Hartono berada di posisi puncak dengan nilai kekayaan US$ 7 miliar. Dari angkatan lama ada Sukanto Tanoto yang pada 2008 menjadi yang orang terkaya, Putera Sampoerna, Eka Tjipta Widjaja, Rachman Halim, Robert Budi Hartono, dan Liem Sioe Liong yang selalu jadi langganan Forbes. Ada juga pengusaha lokal seperti Aburizal Bakrie dan Arifin Panigoro dan yang baru seperti Eddie William Katuari, Trihatma Haliman, atau Chairul Tanjung.
Ada juga beberapa junior seperti Sandiaga Salahuddin Uno dan Edwin Soeryadjaya yang kelak berpotensi menjadi yang terkaya di Indonesia. Sandi adalah Ketua HIPMI dan mantan credit officer Bank Summa.
Ada juga Erick Thohir dan Boy Garibaldi Thohir. Erick sedang menggenjot JakTV bersama Artha Graha Group, sambil memposisikan Republika di 3 besar. Sedang Boy Garibaldi adalah salah satu direktur Adaro.
Nama lain yang cukup berkibar adalah Hary Tanoesoedibjo dari Bhakti Asset Management dan Global Mediacom. Bhakti pernah sukses membeli Salim Oleochemical dari BPPN. Hary Tanoe pernah mendirikan Indonesia Recovery Company Limited bersama Asia Debt Management. Ia juga dikenal dekat dengan George Soros dan sering dititipi dana investasi para konglomerat papan atas, termasuk Salim. Belakangan Harry dikenal sebagai raja media dengan bendera MNC.
Ada juga rising star Ciliandra Fangiono yang baru memulai bisnis. Direktur sekaligus chief executive director First Resources, Ciliandra Fangiono untuk pertama kalinya masuk dalam daftar 40 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes.

Ciliandra yang baru berusia 33 tahun ditaksir Forbes memiliki kekayaan US$ 710 juta atau sekitar Rp 6,75 triliun dan berada di peringkat 18 dalam daftar tersebut. Sementara pemilik Sinarmas Grup Eka Tjipta Widjaja tercatat sebagai jutawan tertua dalam daftar tersebut. Dalam usia ke-86, Eka Tjipta memiliki kekayaan sekitar US$ 2,4 miliar .
Forbes menuliskan, investor kini sedang sangat mencintai Indonesia. IHSG dalam 12 bulan terakhir tercatat melonjak hingga 115%, dan berada di posisi kedua terbaik setelah Shenzen SE Composite China.

Terkaya di Indonesia,Michael Hartono.
Tak heran jika nilai kekayaan orang-orang terkaya di Indonesia pun meningkat. Secara total, nilai kekayaan 40 orang terkaya di Indonesia meningkat tajam dari US$ 21 miliar pada tahun 2008 menjadi US$ 42 miliar. Angka itu juga naik US$ 2 miliar dibandingkan nilai kekayaan terbesar yang dicapai pada tahun 2007. Sementara 12 orang kaya dalam daftar tersebut total memiliki kekayaan hingga US$ 28 miliar. Angka tersebut naik 7 orang, termasuk Low Tuck Kwong, pemilik Bayan Resources yang sahamnya naik hingga 474% selama setahun terakhir.
Konglomerat sektor batubara lainnya yang juga pemilik Bumi Resources yakni Aburizal Bakrie juga berhasil naik peringkat, setelah tahun lalu melorot tajam akibat krisis. Nilai kekayaan Aburizal meningkat tajam dibandingkan tahun 2008 yang hanya US$ 850 juta, dan ada di posisi ke-8. Kini Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie berada di posisi ke-4 dengan nilai kekayaan US$ 2,5 miliar.
Berikut daftar 40 orang terkaya versi Forbes yang dirilis, Kamis (3/12/2009).

1. Robert Budi & Michael Hartono US$ 7 miliar
2. Martua Sitorus US$ 3 miliar
3. Susilo Wonowidjojo US$ 2,6 miliar
4. Aburizal Bakrie US$ 2,5 miliar
5. Eka Tjipta Widjaja U$S 2,4 miliar
6. Peter Sondakh US$ 2,1 miliar
7. Putera Sampoerna US$ 2 miliar
8. Sukanto Tanoto US$ 1,9 miliar
9. Anthoni Salim US$ 1,4 miliar
10. Soegiharto Sosrodjojo US$ 1,2 miliar
11. Low Tuck Kwong US$ 1,18 miliar
12. Eddy William Katuari US$ 1,1 miliar
13. Chairul Tanjung US$ 990 juta
14. Garibaldi Thohir US$ 930 juta (adiknya , Erick Thohir telah menandatangani perjanjian untuk mengambil alih saham mayoritas klub inter milan ).
15. Theodore Rachmat US$ 900 juta
16. Edwin Soeryadjaya US$ 800 juta
17. Trihatma Haliman US$ 750 juta
18. Ciliandra Fangiono US$ 710 juta
19. Arifin Panigoro US$ 650 juta
20. Murdaya Poo US$ 600 juta
21. Hashim Djojohadikusumo US$ 500 juta
22. Kusnan & Rusdi Kirana US$ 480 juta
23. Prajogo Pangestu US$ 475 juta
24. Harjo Sutanto US$ 470 juta
25. Mochtar Riady US$ 440 juta
26. Eka Tjandranegara US$ 430 juta
27. Ciputra US$ 420 juta
28. Hary Tanoesoedibjo US$ 410 juta
29. Sandiaga Uno US$ 400 juta
30. Boenjamin Setiawan US$ 395 juta
31. Alim Markus US$ 350 juta
32. Aksa Mahmud US$ 330 juta
33. Sutanto Djuhar US$ 325 juta
34. Kartini Muljadi US$ 320 juta
35. Soegiarto Adikoesoemo US$ 300 juta
36. George Santosa Tahija & Sjakon George Tahija US$ 290
37. Paulus Tumewu US$ 280 juta
38. Husain Djojonegoro US$260 juta.
39. Bachtiar Karim US$ 250 juta.
40. Kris Wiluan US$ 240 juta.
sumber detikfinance.

Keberadaan orang-orang terkaya di sebuah negara penting untuk menggerakkan ekonomi secara agregat dan memberi efek multiplier. Mereka juga bisa menghitamputihkan bangsa, dan bahkan, sampai jadi bahan gosip tak berkesudahan. Mereka jualah yang sebenarnya menggambar cerita masa depan bangsa.
Di Amerika, banyak pengusaha kecil yang kemudian jadi besar. Tengok Google. Mereka punya kapitalisasi di atas Coca Cola (US$ 137 milyar) dan hanya sedikit di bawah Intel. Jaringan ritel Wal-Mart yang dimulai Sam Walton (family) dari nol, kini kapitalisasi pasarnya hampir US$ 200 milyar. Dan yang fenomenal tentu Microsoft dengan kapitalisasi hampir US$ 300 milyar. Kalau tahun 1991 lalu saham MSFT dihargai cuma US$ 5, kini sudah lebih dari US$ 80 per lembar. Angka ini cuma bisa dilampaui Exxon Mobil yang memang sudah mapan lebih dari seabad dengan kapitalisasi US$ 473 milyar.
Iklim investasi di Amerika memang sudah terbangun sedemikian rupa dan tersedia berbagai insentif bagi (calon) wirausahawan yang bermaksud membangun bisnis baru. Berbagai peraturan dan rule of the game juga jelas ditegakkan dan menjamin kelangsungan usaha mereka. Dan memang bisa dikatakan bahwa cukup banyak orang-orang terkaya di Amerika yang memulai usahanya dari nol karena memang dikondisikan demikian. Berbeda 180 derajat dengan di Indonesia.

Sebagai gambaran ,Berikut ini Majalah Forbes menawarkan daftar 10 orang terkaya di dunia - dan bagaimana mereka mendapatkan uang mereka:

10. Amancio Ortega

Dengan kekayaan bersih senilai $ 18.3 miliar, Amancio Ortega menduduki peringkat ke sepuluh orang terkaya di dunia.
Seperti kebanyakan orang-orang di daftar ini, kekayaannya diperolehnya sendiri dan bukan merupakan warisan begitu saja. Ayahnya adalah seorang pekerja rel kereta api, dan Ortega bekerja di sebuah toko baju di Spanyol. Dia dan istrinya pada saat mulai membuat pakaian mereka sendiri dan berpakaian jubah. Mereka melakukan ini dalam ruang tamu mereka, menciptakan desain chic.
Mereka membentuk sebuah perusahaan bernama Inditex, dan berkembang menjadi merek sehingga terdapat lebih dari 4.000 toko di seluruh dunia. Kelemahan mata uang euro (krisis global 2008) telah menguras sebagian kekayaan Ortega, sehingga kekayaannya menurun bahkan sahamnya dalam perusahaan tsb habis. Ortega tumbuh kekayaannya dengan investasi di real estat, pariwisata, gas dan bank.

9. Theo Albrecht

Seperti kakaknya, Karl, Theo Albrecht adalah orang yang sangat "introvert". (Fakta bahwa ia diculik pada tahun 1971 memberikan kontribusi mungkin fakta ini.) Dia memiliki $ 18.8 miliar, dan tiga tempat di bawah saudaranya dalam daftar miliarder terkaya dunia.
Albrecht memiliki hak patent merek pada toko diskon Aldi di bagian utara Jerman dan di seluruh Eropa, kecuali Inggris raya. Aldi adalah merek keluarga, namun Albrecht telah mampu membuat merek sendiri, yakni Trader Joe's, yang dapat membuat  beberapa terobosan di pasar saham AS.

8. Lakshmi Mittal

Mittal mewarisi banyak kekayaan,Awal ia bekerja dalam bisnis pembuatan baja keluarganya.
Namun Ia mendirikan perusahaan sendiri, Mittal Steel, dan dengan agresif dalam mengembangkan prospek bisnisnya.Dengan mengakuisisi, perusahaan menjadi ArcelorMittal, dan menjadikannya perusahaan baja terbesar di dunia. Dan Mittal telah berhasil menghimpun kekayaan sebesar $ 19.3 milyar,Namun telah kehilangan sebagian dari uang tersebut ketika harga baja dunia jatuh pada tahun lalu.
Sementara Kekayaan Mittal sangat bergantung pada saham-saham di perusahaannya, ia masih memiliki kepemilikan tunai substansial.Ia juga melakukan diversifikasi ke saham lain, seperti Macarthur Coal. sekarang Dia duduk di dewan komisaris Goldman Sachs.

7. Mukesh Ambani

Kita telah berhasil mencapai # 7 pada daftar milyarder terkaya dunia sebelum sampai ke orang yang mewarisi kekayaan tersebut. Mukesh Ambani, bersama dengan saudaranya, mewarisi konglomerasi Reliance, salah satu perusahaan yang paling berharga di India, setelah kematian ayah mereka.
Masalah kontrol Ambani, sang ibu terpaksa menjadi penengah kesepakatan antara mereka, dan membagi sebagian dari aset. Ambani telah bekerja untuk menumbuhkan kekayaannya, namun. Reliance Petroleum bergabung dengan Reliance Industries, dan memiliki perjanjian untuk membeli saham Chevron Reliance di $ 1,20 per saham.. Ambani memiliki kekayaan sebesar sekitar $ 19.5 miliar, dan merupakan orang terkaya di negara India.

6. Karl Albrecht

Miliarder ini sangat low profile. Ia adalah orang terkaya di Jerman. Kekayaan bersihnya adalah $ 21.5 miliar.
Tidak banyak yang diketahui tentang Albrecht, tetapi diketahui bahwa ia menjadi miliarder karena usahanya sendiri.Ibunya memiliki toko kecil di Jerman. Namun, setelah Perang Dunia II, Albrect, bersama dengan saudaranya Theo merubah toko  menjadi Aldi. Sekarang, Aldi dikenal dengan harga diskon belanjaan. Albrecht mengambil hak atas merek untuk Amerika Serikat, Inggris dan Australia, serta bagian selatan Jerman. Aldi benar-benar melakukan dengan cukup baik ketika orang-orang beralih ke makanan murah selama resesi

5.Ingvar Kamprad

Kebanyakan orang mungkin belum pernah mendengar tentang pengusaha Swedia Ingvar Kamprad (kekayaan bersih senilai, $ 22 miliar). Tapi mereka mungkin telah mendengar dari merek jika ia dikaitkan dengan: Ikea. Kamprad adalah anak petani Swedia. Salah satu pekerjaan pertamanya adalah menjual kartu, korek api, pena dan ikan dari sepeda. Dia belajar lebih awal bahwa dia bisa membeli dalam jumlah besar untuk harga murah, dan kemudian me-mark up harga tersebut sehingga ia membuat keuntungan yang bagus - bahkan ketika menawarkan harga yang baik kepada pelanggan. Akhirnya, ia mulai menjual furniture. Setelah belajar sedikit tentang hal itu, ia membuka toko furniture sendiri. Ia mendapat nama Ikea dari pertama dan nama belakang, nama pertanian keluarga, dan desa terdekat. Merek mebelnya dikenal dengan gaya modern. Alih-alih hidup terlalu boros, Kamprad selalu mengambil kelas ekonomi ketika makan di restoran murah yg ditemani lalat-lalat..

4. Lawrence Ellison

Pria yang menjadi besar dengan perangkat lunak Oracle ini memiliki kekayaan bernilai $ 22.5 miliar. Bahkan meskipun ia dilahirkan di Bronx, Ellison diadopsi dan dibesarkan oleh bibi dan paman di lingkungan kumuh Chicago's South Shore. Ayah angkat Ellison kehilangan kekayaan di bidang real estate pada masa Great Depression. Seperti Bill Gates, Ellison adalah anak putus sekolah perguruan tinggi. Dia membuat uang dalam desain perangkat lunak. Proyek database-nya untuk CIA, sebagai bagian dari Ampex Corporation, disebut Oracle. Ia mendirikan perusahaannya hanya dengan modal $ 2.000 dari uangnya sendiri, dan tumbuh menjadi salah satu pemimpin industri software.

3. Carlos Slim HelĂș

Bersama dengan keluarganya, Carlos Slim HelĂș adalah orang terkaya di Amerika Latin. Dia telah memiliki kekayaan sekitar $ 35 miliar.. Slim juga merupakan "self-made" miliarder. Dia memiliki sejarah yang menarik. Meskipun dia tinggal di Mexico City, ia adalah anak seorang imigran dari Lebanon (ayahnya nama asli Salim). Dia belajar teknik, dan membuat uang di industri telekomunikasi. Dia adalah pemimpin dalam kelompok investor yang membeli dua perusahaan telepon dari pemerintah Meksiko pada tahun 1990. Kepemilikan sahamnya beragam termasuk real estate, teknologi, minyak, gas dan bahkan saham di The New York Times Company. Dia bahkan meminjamkan uang perusahaan awal tahun ini kepada pemerintah. Kekayaan Slim bernilai sekitar sama dengan 2% dari output ekonomi dari seluruh negara Meksiko.

2. Warren Buffett

Salah satu investor yang paling terkenal di dunia adalah Warren Buffett. Setelah kehilangan $ 25 miliar, kekayaan bersihnya sekarang 'tinggal' sekitar $ 37 miliar. Sebagian besar kekayaannya adalah self-made, yang datang dari hasil sebuah perusahaan tekstil, Berkshire Hathaway. Ayahnya adalah seorang politikus di Omaha, dan Buffett muda mengantarkan surat kabar untuk pekerjaan pertamanya. (Dia juga mengambil $ 35 potongan pajak untuk sepeda pada usia 13.)
Ketika Buffett membeli Berkshire, dia menghabiskan beberapa tahun transisi ke perusahaan induk. Kemudian ia mulai menggunakannya untuk membeli bisnis lain. Buffett dikenal karena naluri bisnis dan investasi kecerdasan. Berkshire memiliki saham di GEICO, Dairy Queen, See's Candy, Coca-Cola, Wells Fargo dan perusahaan terkenal lainnya.

1. Bill Gates

Bahkan setelah kehilangan $ 18 miliar, Bill Gates masih memiliki kekayaan bersih $ 40 miliar. Seperti yang mungkin Anda tahu, Bill Gates adalah seorang self-made miliarder, menghasilkan uang sebagai pengusaha. Gates adalah salah seorang perintis awal sistem operasi disk dan memulai sebuah perusahaan software dengan beberapa teman-temannya.
Perusahaan menjadi Microsoft. Salah satu keutamaan Gates adalah kesepakatan dengan IBM untuk sistem operasi sebesar $ 50.000. Karena ia tidak mentransfer hak cipta IBM, ia dapat melanjutkan membuat uang dari sistem MS-DOS sebagai vendor perangkat keras lainnya kloning sistem. Gates telah dituduh praktek bisnis buruk di masa lalu, dan baru-baru ini terlibat dalam proses anti-trust di Uni Eropa, namun tidak dapat disangkal keberhasilan Microsoft. Gates sekarang menyediakan banyak uang dan waktu kepada upaya filantropis, melalui Bill dan Melinda Gates Foundation

Di Indonesia, orang-orang terkaya cenderung (maaf) masih rent seeking dan kurang kreatif. Calon orang-orang terkaya masa depan itu berangkat bukan dari bawah. Mereka jago finance, punya linkage dengan funding body di luar negeri— namun tak punya fondasi industri yang kokoh. Mereka “cuma” pinjam uang ke luar, membeli perusahaan yang dihajar krisis moneter 1997, lalu tinggal menuai panen. Mereka membentuk semacam private equity atau hedge fund untuk memenuhi kebutuhan pendanaan. BPPN atau PPA-lah yang jadi mak comblang tender jual-beli ini.
Namun Bad naluri kita juga mengatakan bahwa mereka juga berinvestasi di politik. Misalnya, ingat kasus BLBI.Tragedi financial terbesar di Indonesia.
Nah, pertanyaan nakal kita, apakah perusahaan-perusahaan murah tersebut memang dijual kepada bidder terbaik dengan harga tertinggi; atau orang-orang terkaya masa depan Indonesia tersebut mendapatkannya lewat cara lain? Silakan simpulkan sendiri.
Tentang Temasek dan Singapura
Yuk beralih sebentar ke Singapura. Temasek, bagi saya, adalah model bisnis yang sangat bagus. Temasek adalah ramuan antara talenta bisnis, visi strategik, dan kekuatan politik yang rancak. Mereka mengumpulkan aset yang nilai intrinsiknya di bawah nilai pasar, lalu dibeli dan dipoles, sampai harganya membumbung tinggi.
Kendati mengendalikan portofolio senilai lebih dari $80 milyar, sejak ditangani Ho Ching tahun 2002, organisasi Temasek bisa dibilang plain dan simpel. Sangat efisien. Temasek cuma punya tiga senior managing director dan delapan managing director. Mereka inilah yang berburu aset-aset strategis untuk dibeli—-terutama di luar negeri. Mereka membeli perusahaan-perusahaan yang “nampak” kurang sehat dan mengambil dengan proporsi yang sangat besar sehingga memegang kontrol pengambilan keputusan.
Direksi Temasek juga merupakan tokoh terkemuka dari kalangan pemerintahan dan politik, seperti S Dhanabalan, Kua Hong Pak, Koh Boon Hwee dan Kwa Chong Seng, Lim Siong Guan, Sim Kee Boon, yang sangat berpengaruh dan dipercaya oleh pemerintah. Mereka juga menjadi direktur di perusahaan pemerintah lainnya. Di Temasek, seorang direktur diangkat dan diturunkan atas persetujuan Presiden Singapura. Jelas, operasional Temasek sangat terbantu oleh kekuatan politis ini.
Talenta bisnis orang-orang Temasek juga jempolan. Sebutlah Kua Hong Pak, direktur PSA sekaligus orang dekat Lee Hsien Loong; Goh Yew Lim, direktur Direktur CIMB-GK Pte Ltd; dan tak kalah penting, Ho Ching, mantan dirut SingTel, executive directorTemasek, dan istri Lee Hsien Loong. Temasek juga punya eksekutif dengan latar belakang mumpuni, misalnya Simon Israel (Sara Lee Corporation/Danone), Manish Kejriwal (McKinsey), Frank Tang (Goldman Sachs), Francis Rozario (Citibank). Wajar kalau Temasek selalu dapat yang terbaik: BII, Danamon, Telkomsel, Indosat, atau Astra.
Sejak 2004 Temasek memang banyak berburu di luar Singapura, dan hampir seluruhnya di sektor jasa keuangan dan telekomunikasi. Investasi terbesarnya antara lain BII, Danamon, Bank of China, Stanchart, dan Shin Corp. Silent expansion ini menyiratkan ambisi Singapura untuk menjadi financial hub di kawasan Asia: menguasai perbankan, mengendalikan telekomunikasi.
Sementara Astra, kita tahu, sudah dikuasai Temasek. Keluarga orang-orang terkaya lainnya—-baik angkatan lama atau angkatan muda—-juga dekat dengan lingkaran ini. Pendek kata, pemilik aset-aset strategis negeri ini kalau bukan Singapura ya orang-orang Indonesia yang dekat dengan Singapura.
Jadi, salahkah saya kalau berteori bahwa masa depan negeri ini sebenarnya ada di tangan Singapura ?
Mudah-mudahan sedikit coretan ini bisa memotivasi pembaca sekalian— agar tak cuma berpacu mengejar kekayaan, tetapi juga memperjuangkan nation pride.

Keberadaan orang kaya raya di Indonesia yang dibeberkan Forbes Asia dari tahun ke tahun diharapkan memberi multiplier efek sekaligus mesin penggerak perekonomian nasional. Syaratnya, meminjam perspektif Indonesianis dari Australia Prof J.A.C. Mackie, mereka harus serius menjalankan tanggung jawab sosial untuk membangun kesejahteraan sosial dan menumbuhkan wirausaha muda, bukan sebaliknya.

Selama ini, ungkap Mackie, orang kaya di Indonesia terkesan eksklusif. Hanya mereka yang berada di lingkaran dalamlah yang bisa ikut tumbuh bersama dalam bisnis gaya konglomerasi itu.

Kini sudah lebih 10 tahun reformasi dan sudah selayaknya kalangan berduit itu ikut mendorong tumbuhnya pengusaha baru untuk berperan dalam kancah bisnisnya

Bila Anthony Salim, Sukanto Tanoto,Prajogo Pangestu,Ciputra,Eka Tjipta Widjaja ,Aburizal Bakrie, Chaerul Tanjung, Arifin Panigoro, dan lain-lain mampu menumbuhkan wirausaha muda dan memberdayakan masyarakat yang lemah, tentu nama mereka akan sangat terpatri dan berwibawa di mata masyarakat.

Artinya, mereka tetap berkomitmen pada urusan keadilan sosial dan kepentingan bangsa. Semestinya tanggung jawab sosial dan moral itu dioptimalkan mereka.

Para analis dan inteligensia sering menuding orang kaya era Orde Baru cenderung rent seeking dan tidak kreatif. Indonesianis dari Jepang Kunio Yoshihara (Toward A Prosperous Asia, 2000) menyatakan, kaum kaya (konglomerat) Indonesia itu telah membebani rakyat dengan skandal BLBI Rp 650 triliun, suatu kejahatan finansial terbesar di Dunia Ketiga dalam sejarah dunia modern pasca Perang Dunia II, yang tak ada bandingannya.

Orang-orang kaya tersebut bukan pebisnis yang merangkak dari bawah. Mereka dianggap cuma jago kandang dan punya hubungan baik dengan penyandang dana di luar negeri, tapi tak punya fondasi industri yang kukuh.
Kita ingin, pada tahun tikus ini, kebangkitan orang-orang kaya di Indonesia akan membawa berkah -bukan kutuk- bagi kehidupan kaum bawah agar bisa mendaki ke tingkat yang lebih baik.
Investasi kaum kaya itu seharusnya diperkuat untuk menciptakan lapangan kerja. Orang kaya harus bermakna bagi kaum papa. Sebab, tanah air ini milik semua warga dan tanggung jawab sosial orang kaya tentu lebih berat karenanya.

Pertanyaannya, kata Richard Robison, apakah golongan kaya yang merupakan bablasan oligarki Orde Baru itu masih memiliki hati nurani, moralitas, dan komitmen sosial? Sejarah kadang berbicara lain dan sering kali kita merasa ngilu dan nyeri jika merindukan hal-hal baik semacam itu, apalagi modal kapitalis memiliki logikanya sendiri. Cenderung kian jauh dari hati nurani dan komitmen sosial. Itulah masalah dan tantangan bagi orang-orang kaya di Indonesia, yang mayoritas rakyat masih memelihara ilusi atas kepedulian mereka.